Добавить новость


World News in Indonesian


Новости сегодня

Новости от TheMoneytizer

Gorbachev: Barat Terus Salahkan Rusia Atas Segala Hal

Moskow dan Washington perlu bekerja sama, namun hal itu sulit bagi Rusia ketika ia sadar telah 'dikhianati', demikian kata mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev dalam wawancara dengan AP, seperti dikutip RT.

Gorbachev menyebutkan bahwa upaya Barat mengambinghitamkan Rusia untuk waktu yang lama tak mungkin tidak meinggalkan jejak.

“Mereka telah mendesak Rusia dengan berbagai tuduhan dan menyalahkan Rusia atas segala hal. Dan kini ada reaksi keras hal itu di Rusia.”

Namun, hal itu bukan berarti Moskow tak mau berkolaborasi dengan Washington, tegas Gorbachev, menambahkan bahwa meski demikian ada isu yang mengganggu kelancaran upaya tersebut misalnya sikap AS sendiri.

“Rusia ingin punya hubungan yang bersahabat dengan Amerika, namun sulit melakukan itu ketika Rusia merasa dirinya terus dicurangi," kata Gorbachev pada AP.

Ia menambahkan bahwa ketegangan antara Rusia modern dengan Barat bermula sejak runtuhnya Uni Soviet.

“Saat Soviet runtuh, mereka sangat bersemangat dan merasa, 'Betapa menyenangkan! Kami telah mencoba untuk melakukan sesuatu terhadap Uni Soviet selama puluhan tahun dan kini mereka menghancurkan dirinya sendiri!'," kata Gorbachev, mencela 'sorak kemenangan' Barat sebagai isu kunci antara Rusia dan Barat.

Namun, Rusia dan AS perlu mengembangkan hubungan baik karena mereka sangat penting dan berkaitan dengan banyak pihak lain. Menurut Gorbachev, dunia butuh Rusia dan AS untuk bekerja sama. "Bersama, mereka bisa memimpin dunia menuju jalan yang baru."

Gorbachev juga menyarakan opininya mengenai Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden terpilih AS Donald Trump.

Putin, menurut mantan presiden Soviet, adalah 'presiden yang layak'. "Ia telah membuktikan kelayakannya. Ia adalah orang yang kuat," tambah Gorbachev. "Saya hampir sepenuhnya mendukung Putin pada awalnya, dan kemudian saya mulai menyuarakan kritik. Saya tak bisa melepaskan pandangan saya, dan ia menginginkan hal lain."

Sementara terkait Trump, Gorbachev menilai bahwa ia hanya punya sedikit pengalaman politik. "Tapi mungkin itu hal yang bagus," kata Gorbachev.

Mikhail Sergeyevich Gorbachev (85) merupakan pemimpin kedelapan sekaligus terakhir Uni Soviet. Ia juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet dari tahun 1985 hingga 1991, saat partai tersebut bubar. 

Kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi) yang diusung Gorbachev serta reorientasi tujuan strategi Soviet berkontribusi terhadap berakhirnya Perang Dingin.

Читайте на сайте


Smi24.net — ежеминутные новости с ежедневным архивом. Только у нас — все главные новости дня без политической цензуры. Абсолютно все точки зрения, трезвая аналитика, цивилизованные споры и обсуждения без взаимных обвинений и оскорблений. Помните, что не у всех точка зрения совпадает с Вашей. Уважайте мнение других, даже если Вы отстаиваете свой взгляд и свою позицию. Мы не навязываем Вам своё видение, мы даём Вам срез событий дня без цензуры и без купюр. Новости, какие они есть —онлайн с поминутным архивом по всем городам и регионам России, Украины, Белоруссии и Абхазии. Smi24.net — живые новости в живом эфире! Быстрый поиск от Smi24.net — это не только возможность первым узнать, но и преимущество сообщить срочные новости мгновенно на любом языке мира и быть услышанным тут же. В любую минуту Вы можете добавить свою новость - здесь.




Новости от наших партнёров в Вашем городе

Ria.city
Музыкальные новости
Новости России
Экология в России и мире
Спорт в России и мире
Moscow.media










Топ новостей на этот час

Rss.plus