Dua kapal AS, delapan kapal tanker minyak, dan 10 kapal lainnya yang mencoba melintasi zona terlarang di Selat Hormuz telah menjadi sasaran dalam gelombang terbaru operasi balasan Iran di tengah perang agresi terhadap negara tersebut. Itu diungkapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).