Akses terhadap layanan keuangan di banyak wilayah, terutama kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) masih dimaknai sebagai perjalanan berjam-jam melintasi laut, menyusuri pegunungan, menembus hutan, atau menunggu cuaca bersahabat agar dapat bertemu dengan layanan keuangan formal.