Penduduk di timur laut Suriah menganggap kendaraan militer Amerika Serikat (AS) yang berpatroli di daerah tersebut dan memajang kata kafir dalam bahasa Arab di bagian depannya sebagai menyinggung dan provokasi. Middle East Eye (MEE) mengamati kendaraan tersebut, yang juga memajang salib Kristen.